Seminggu yang lalu, saya baru saja mengikuti sebuah acara di Jakarta yang dikasih judul Wordnation 2010. Sebuah acara yang diselenggarakan oleh IoH (Island of Hope) yang merupakan sebuah komunitas pencinta games Role Play berbasis teks dan didirikan sebagai bentuk apresiasi terhadap dunia menulis.
Acara yang dilaksanakan selama dua hari (16-17 Oktober 2010) tersebut tentunya menambah pengalaman berharga lain yang saya dapatkan. Selain tambahan ilmu serta tips-tips menarik melalui acara talk show serta work shop yang dibagi oleh penulis novel ternama sekelas Clara Ng, Farida Susanty, Winna Efendi, Fahd Djibran, dan Donny Dirgantara. Kita juga mendapatkan pengetahuan baru seputar dunia penerbit. Bagaimana tidak, karena ada mbak Jia Effendi yang merupakan Head editor penerbit Atria dan Windy Arietanty dengan gaya casual serta semangatnya menceritakan seluk beluk dunia penerbitan, sehingga saya jadi tahu bagaimana caranya agar tulisan kita dapat diterbitkan dalam bentuk cerpen maupun novel.
Satu hal yang masih terngiang di benak saya mengenai sebuah kalimat yang disampaikan oleh mbak Windy kurang lebih adalah: "tidak ada istilah penulis pemula, sebut saja kalian adalah penulis." Dari kalimat tersebut lagi-lagi membuat saya termotivasi bahwa apapun yang telah kita tulis, baik itu cerpen, novel, blog, atau diary, semuanya adalah wujud dari apa yang kita lakukan sebagai penulis, bukan penulis pemula. Dari pengalaman yang telah mereka dapatkan dan mereka bagi kepada saya maupun teman-teman yang lain, membuat pengetahuan saya bertambah, selain tentu saja semangat untuk melanjutkan hobi menulis saya semakin meningkat. Kalau perlu sih sampai menerbitkan sebuah karya tulis nantinya, amien..
Malamnya, aktivitas tak berhenti begitu saja. Sekitar pukul sepuluh malam, kita semua diajak berjalan-berjalan mengelilingi kota tua Jakarta. Oh iya, lokasi acara ini berada di Museum Bank Mandiri, sebuah bangunan peninggalan Belanda dan didirikan tahun 1929 (kalo ga salah..) dan dulunya dipakai sebagai pusat bisnis dan perkebunan. Sekarang, digunakan sebagai Museum Bank Mandiri. Acara jelajah malam ini bekerjasama oleh komunitas Historia dengan rute Museum Bank Indonesia (de Javasche Bank) –NIHB –Escompto Bank –Kali Besar –Chartered Bank –Toko Merah –Athena –Jembatan Kota Intan*–Gedung Cipta Niaga** –CafĂ© Batavia –Fatahillah Squre –Stasiun BeOs – Museum Mandiri (nyomot dari blognya IoH yak) dan memang semuanya, terlihat kereeennn.... ngga nyangka pemandangan kota tua di malam hari begitu menakjubkan. Sayang saya ngga bawa kamera sendiri dan mengandalkan kamera Rachma sambil berharap moga-moga ia segera mengapload gambarnya. Apalagi setiap tempat dijelaskan mengenai sejarahnya, berasa pengen balik ke masa lalu dan melihat dengan mata kepala sendiri. Jelajah kota tua ini sendiri berakhir di Museum Mandiri sekitar pukul sebelas malam, walaupun hanya satu jam tapi saya jamin memori mengenai kota tua Jakarta akan bertahan selama bertahun-tahun di otak saya. Beneran pengen balik ke sana lagi...
Acara berikutnya, saya lanjut lagi deh kapan-kapan.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar