Sesuai embel-embel judul disana, yang pake kurungan ituh... well, sekali lagi pesan saya adalah, abaikan saja judulnya. Karena apa? Karena mungkin ngga bakal nyambung tentang apa yang mau saya tulis dengan judul diatas. Tapi, biar ngga kecewa, tetep saya usahain nyambung kok.
Baiklah, cukup sudah meracaunya...
Jadi begini, beberapa hari terakhir, saya menemukan keluhan-keluhan yang ternyata cukup banyak dilontarkan ke saya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung ya biasanya melalui ym alias chatting dengan temen-temen NW, dan secara ngga langsung saya artikan jika kebetulan saya baca sebuah status atau blog seseorang yang berisi keluhan yang kurang lebih sama. Pertanyaannya adalah, keluhan tentang apa sih? Kok kayaknya penting banget...
Mungkin bagi sebagian orang ngga penting, tapi bagi seseorang yang mengeluhkan hal ini menjadi sangat penting. Daripada saya bertele-tele ngga jelas, langsung dibahas aja deh. Jadi, keluhannya adalah rasa sebal atau benci atau marah bahkan kecewa atas sikap atau perilaku orangtua kepada sang anak. Naahh... yang masih berstatus anak-anak, perhatiin deh ya.. pernah ngga sih kalian merasa bete ketika orang tua kalian menganggap kalian masih seperti anak kecil? Berani bertaruh seratus karung goni pasti banyak yang bete, termasuk saya sendiri tentunya. Tak jarang saya banyak menemukan beberapa temen dengan usia diatas 20 tahun, berstatus single, dan masih hidup bersama ortu (saya banget tuh... LoL) yang merasa kehidupan mereka seakan lebih terkekang daripada saat mereka masih berusia abege atau teenager. Larangan-larangan jadi lebih sering diberlakukan oleh orangtua kepada si anak, hingga sampai pada taraf ngga masuk akal. Seperti ngga boleh keluar malem, ngga boleh main game, ngga boleh internetan, dan lain lain.
Hal-hal semacam ini seringkali menimbulkan benturan antara ortu dan anak itu sendiri, ortu memiliki motivasi khusus mengapa mereka melarang anak berbuat hal-hal yang dianggap tidak benar menurut mereka, namun disisi lain si anak yang merasa bahwa dirinya sudah dewasa, berhak melakukan tindakan semacam itu. Sebenarnya, apa yang sedang terjadi? Mengapa bisa timbul fenomena seperti ini, yang jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan dampak negatif bagi kedua belah pihak.
Kebetulan saya pernah mengalami hal tersebut, saat dimana ortu jadi lebih bawel dari biasanya. Hampir tiap hari mereka memberikan teguran-teguran yang seharusnya diberikan ketika saya abege, sampe pernah berpikir gini: "Sebenernya umur saya berapa sih? Jangan-jangan mereka menganggap saya itu anak SMP?" dan reaksi saya setiap kali mendapat teguran semacam itu adalah marah. Kemarahan itu akibat dari rasa tidak terima karena merasa bahwa saya sudah besar, saya sudah dewasa dan ngga perlu diberi teguran-teguran begitu.
Tapi, setelah sekian lama saya berpikir, berusaha menyelami cara berpikir mereka disaat saya sedang merenung, ternyata tak ada alasan lain selain rasa cinta dan sayang mereka ke kita. Beneran deh, coba direnungkan disaat kalian itu dalam kondisi hati yang tenang tanpa emosi, maka kesimpulan saya diatas benar adanya. Mereka sebenernya khawatir akan masa depan kita, karena pasti mereka ngga pengen masa depan anak-anaknya suram. Hanya, penyampaian yang mereka tunjukkan kurang pas, sehingga pesan yang tersampaikan kurang tepat sasaran. Mereka berharap, daripada waktu kita habis untuk maen game, maen internet, atau pergi-pergi ngga jelas, sebaiknya dialihkan ke hal-hal yang lebih bermanfaat. Bantuin bersih-bersih rumah, mungkin. Eh, jangan ketawa dulu.... kayaknya cuma bersih-bersih rumah, tapi efeknya dahsyat loh. Selain rumah bakal lebih bersih, badan lebih sehat karena otomatis tubuh kita bergerak, menyenangkan hati ortu, dan dapet pahala.... tuh kan, banyak banget manfaatnya. Intinya sih, kita jangan langsung menganggap ortu kita ngga baik hanya karena mendapat 'semburan' dari mereka, tapi kita juga harus introspeksi diri. Selama ortu ngga bermasalah, pasti mereka tak akan menjerumuskan anak sendiri, percaya deh...
Mbak Tria, menurut Anda mana yang lebih mudah, mengubah Realitas Eksternal atau Realitas Internal?
BalasHapusKalo mau jujur, pasti semua orang akan merasa mudah mengubah Realitas Internal karena realitas ini berada dalam kuasa kita.
Ini aku dapatkan juga ketika kita masih satu kantor :)
Cobalah, bah perilaku dan karakter mbak Tria dihadapan Ortu maka insya Allah ortu juga akan berubah. DIJAMIN!!!
AKhir kata,
out of topik, kalo mau dapat hiburan laptop mewah GRATIS coba deh klik disini :
http://www.laptopgratis.net?ref=5049
Dan agar blog mbak Tria membawa dampak mengucurnya rejeki, coba klik disini :
http://Kumpulblogger.com/signup.php?refid=173762
(Kumpulan komunitas Blogger)
Ok gitu ya mbak Tria.....aku tunggu komentarmu di Blog ku...:)
Wassalaamu'alaikum
nah gitu dunk.....
BalasHapussmua harus d hadapi dgn kpala dingin n hati yg bersih,tanpa berpikir negatip dl...
itu baru namanya dh dewasa..
kita slalu nglakuin itu karna kita sayang n perhatian sma Tetew...
ALLAH jg slalu menegur umatNya utk menunjukkan rasa sayang n cintaNya...
smoga Tetew slalu d dalam lindunganNya...amin.
-kaswantri-